-->
Sabtu, 17 Januari 2009
Kepada :
YaNG tersayang
di- Mana Zza
My Dear..
Bicara cinta yang agung, selayaknya kita iri dengan cintanya alam semesta, cinta sang matahari yang setia jutaan tahun menyinari bumi, setiap hari tanpa sekali pun ingkar janji. Padahal apa balasan bumi? Sebagaimana kasih pepohonan yang merelakan sebagian tubuhnya dilubangi, dikotori oleh burung-burung demi menyediakan tempat berhuni.
Kalau ku benar-benar sayang padamu
Tak perlu ku ungkapkan semua itu
Cukup tingkah laku
Semua bisa bilang cinta
Semua bisa bilang
Apalah artinya cinta
Tanpa kenyataan
Karena cinta adalah bahasa kalbu, yang wujud dalam bahasa tingkah laku. Maka cinta sejati bukanlah mainan gerak bibir, tapi cerminan pengorbanan hakiki. Ya tokh?
Alangkah agungnya karunia ini, andainya tidak ada cinta apalah jadinya semesta. Seorang ibu akan melemparkan jabang bayinya ketika terlahir, sang induk ayam akan memakani daging anak-anaknya. Rembulan tak akan mau begadang saban malam menemani makhluk-makhluk dunia.
Namun, My Dear
Karena cinta adalah sebuah cahaya agung yang disematkan Allah ke segenap makhluknya, sebuah cahaya dari Cahaya. Maka demi cinta, maka sudah sepatutnyalah cahaya itu tunduk patuh kepada si pemberi cahaya. Cinta bukan sembarang senjata yang bisa sekehendak hati dimain-mainkan oleh manusia.
Hari ini aku terlalu capek untuk merangkai kata-kata untukmu, mungkin karena senyumanmu kemaren yang membuat aku menjadi seperti ini, aku tak tahu,. Yang jelas beri aku waktu untuk beristirahat sejenak.
Pergilah ketaman yang kau sukai, biarkan aku sejenak menyendiri disini, aku yakin hari ini akan menjadi lebih indah dari pada lebah yang menghasilkan madu dimusim semi disetiap tahun, tersenyumlah karna aku takkan kemana, aku disini hanya ingin menghabiskan secangkir teh buatanku sambil menyelesaikan bait-bait cinta yang sudah lama aku pahat didinding hati.
Ketika kau tiba ditaman itu, berdoalah. Atas nama Tuhan yang maha Esa!. Bayangkan bahwa aku sedang menghampirimu sambil membacakan puisi-puisi cinta yang aku buat dimusim semi tahun lalu.
Tak banyak yang dapat aku katakan saat ini, sayang. Aku ingin beristirahat karna perjalanan kita masih terlalu panjang untuk ditempuh dengan mata telanjang, siapkan bekal secukupnya karna besok sebelum fajar kita sudah harus melangkah kedepan untuk melanjutkan perjalanan kita sampai kita benar-benar letih sayang.
salam rinduku yang tak pernah hilang
My Dear,
Terakhir, biarlah cinta ini disimpan dalam bilik-bilik kalbu kita. Jangan sampai syaitan bisa mengambil kesempatan menyeret kita untuk menodainya. Biarlah kita tabung, kita pelihara dan kita kerangkeng hingga nanti Allah sedia mempersatukannya dalam ikatan yang sah dan Dia ridhai.
Oke?
Amiiin!
Wassalam
(YOUR NAME)
-------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar