Surat Cinta Untuk Kekasih: SURAT CINTA UNTUK KEKASIH 12

Senin, 26 Januari 2009

SURAT CINTA UNTUK KEKASIH 12





Bandung, 19 Januari 2009
Posted : Selasa, 10:29

Untuk my girl tersayang,
Cinta ini, yang selama kujaga dan kudekap hanya untukmu. Tiba-tiba membuncah seperti banteng kepada matadornya… Entahlah, aku hanya merasakan hampa dan sepi Terus bersemi tanpa ada dirimu disisiku… Setiap kali aku menatap wajahmu, Aku bahkan enggan untuk sekadar berpaling memandang wajah dan manisnya di pipimu. Hanya satu… Satu hal kesungguhan dan keyakinan yang ingin aku lakukan, yaitu Menanti terbukanya hatimu. Percayalah, jangan pernah membayangkan aku akan Meninggalkanmu dan membenci kepadamu. Percakapan kita terakhir kali Terlampau mengesankan, dan tolong jangan harapkan perpisahan itu akan Membuatku ingin pergi dan meninggalkanmu lagi dalam dekapanku. Sayangnya, aku selalu hanya memikirkan dirimu seorang. Seandainya saja…    
Suatu saat nanti ketika kita menikah dan sebaris janji telah terujar, aku sungguh percaya bahwa Hidup kita akan terasa indah dan bahagia, dan aku tak akan pernah merasakan hal itu akan menjadi keajaiban dalam hidupku karena aku dapat hidup bersamamu dan mencintaimu selamanya. Aku menyimpan hati ini Untuk dicintai, tapi hati ini, cinta ini, adalah sesuatu Yang setulusnya telah kutitipkan padamu. Tiada seorang pun yang lebih Egois daripada aku. Dalam hati, keyakinanku tak akan pernah berubah bahwa aku Mampu untuk menjagamu, menawan jiwamu dan menemanimu tanpa syarat. Setulusnya aku hanya ingin kamu memahami bahwa Aku mengatakan semua ini dengan sungguh-sungguh. Apakah kamu bersedia menolongku Bila engkau juga merasa ini akhirnya, tolong tak perlu berusaha Untuk menjawab semua ini. Seluruh surat yang telah aku sampaikan menorehkan Hal-hal yang tak membuatmu tak terpikat. Demi waktu yang berdentang, kau telah memiliki Cinta sejati dariku. Selamat tinggal… Percayalah, Aku akan kembali lagi padamu. Aku akan kembali hanya untukmu. Hanya untukmu. Tolonglah, berharaplah Bahwa aku, akan, selalu menjadi kekasihmu, selamanya…
Tolong, jangan engkau bersedih, tertawalah… Satu permintaan terakhir dariku untukmu, jika kamu ingin tahu dalamnya hatiku, tolong baca surat ini dengan membacanya urut dari angka ganjil, maka kamu akan paham isi hatiku sebenarnya. Bukankah cinta untuk saling memahami?

By : (YOUR NAME)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar